Label:

Kemendikbud Beri Fasilitas Wi-fi Untuk Sekolah

Tabloid Maarif NU,
Lamongan - Seiring perkembangan jaman yang semakin maju, kebutuhan akan informasi juga semakin meningkat. Media informasi ada banyak, seperti radio, televisi, koran, majalah, internet, dan lain sebagainya. Salah satu media informasi yang paling komplit yaitu internet, karena dapat mencakup beberapa media informasi seperti radio, televisi, koran, brosur dan lain sebagainya. Selain itu, nilai ekonomis dan praktis menjadi keunggulan tersendiri.

Tersebut membuat kalangan pendidikan pun tidak mau kalah untuk memaksimalkan potensi internet, termasuk kalangan pendidikan di Lamongan. Baru-baru ini, pendidikan Lamongan mendapat kabar gembira, yaitu berupa bantuan dari Telkom.

Senin (13/5) lalu, Sebanyak 200 Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah aliyah (MA) se-Kabupaten Lamongan mendapat penjelasan teknis dari telkom di gedung handayani.
Acara yang terselenggara atas fasilitas Dinas pendidikan sebagai central dapodik serta Mapenda Kemenag tersebut menghadirkan narasumber dari Telkom area Gresik, Lamongan, Bojonegoro selaku pihak penyedia jaringan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan melalui Kepala Bidang Perencanaan, Evaluasi, dan Pengembangan Pendidikan (PEP), Sun’ah menjelaskan bahwa program tersebut mengacu pada mou Kemendikbud dan Dirut Telkom 09/11/2012 lalu, yang ditindak lanjuti oleh Dinas Pendidkan Propinsi Jawa Timur 26 februari 2013 .

“Program tersebut adalah untuk efektifits pembelajaran. Selain itu, laporan BOS yang diharuskan via online, serta centralisasi data menjadi rujukan pendidikan berbasis it,” tuturnya.

Sementara itu, Banjir selaku kasi Mapenda menuturkan meski kalah selangkah dengan Dinas Pendidikan terkait data online dan bos online, Kemenag tetap berusaha singkron dengan program Dinas Pendidikan sebagai pemegang dapodik, serta yang sudah menerapkan fasilitas bos online.
“Dalam waktu dekat, Kemenag akan mengikuti konsep yang selama ini diterapkan oleh Disdik,” harapnya.

Disisi lain,  program telkom indi school (Indonesia Digiti School) mempunyai kontrak kerja selama 3 tahun, sehingga akan dibiayai Kemendikbud, sedangkan Bos Online adalah program Telkom yg mengacu pada Mou Dinas Pendidikan dengan telkom untuk laporan Bos Online  dengan plavon kuota biaya internet maksimal 250.000. (Adv./Zain/TabloidMaarif)

1 komentar:

Posting Komentar